Selasa, 13 Desember 2011

Manusia dan Keindahan


TUGAS I
Manusia dan Keindahan
Keindahan
Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber­asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:
1. Keindahan dalam arti luas.
Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
· keindahan seni
· keindahan alam
· keindahan moral
· keindahan intelektual.
2. Keindahan dalam arti estetik murni.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
B. Pengelompokan-pengelompokan pengerian keindahan
dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :
1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy);
2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten).
3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann).
5. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). .
6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).
Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut :


1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.
Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat.
2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya.
Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah.
3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.
Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya.
Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.


Nilai Estetik dan Ekstrinsik

Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu realitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketidakbenarannya.Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :
‘”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Tentang nilai ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik.
  • Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (  instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
  • Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi  kepentingan benda itu sendiri. Sebagai contoh : Puisi : Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda ) puisi itu disebut nilai instrinsik. Tarian damarwulan Minak Djinggo merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?
1. Tata nilai yang telah using.
2. Kemerosotan zaman.
3. Penderitaan Manusia.
4. Keagungan Tuhan.

sumber :

Kontemplasi dan Ekspansi
Kontemplasi
 Seringkali kita mendengar dan melihat orang-orang yang telah lama bertekun dalam doa, bertumbuh dalam pengenalan akan Allah yang mengasihi mereka, sudah mengalami kemajuan dan perkembangan dari meditasi diskursif sampai kepada tahap doa batin, tetapi mereka tidak pernah mengalami kontemplasi. Mereka tetap melanjutkan dalam doa batin, dan “menempatkan” diri mereka dalam kehadiran Allah, mencoba untuk tetap tinggal dengan sadar dalam kehadiran Allah dan terus-menerus berada dalam kegelapan dan tidak pernah menanggapinya. Padahal mereka dapat mencapai suatu bentuk doa yang sebenarnya lebih luhur sifatnya yaitu kontemplasi. Mereka percaya pengalaman itu ada, namun mereka tidak merasakannya. Singkat kata, mereka ini tidak pernah masuk dalam kontemplasi yang mereka rindukan, pengalaman “ditangkap” oleh Allah, yang dikuasai oleh-Nya, atau menjadi satu oleh-Nya karena kerinduan jiwa adalah untuk bersatu dengan Allah. Karena mereka berusaha untuk mencapai kontemplasi itu yang tidak jarang membawa mereka keluar pada hidup doa yang selama ini telah mereka lakukan.
Perlu diketahui secara teologi mistik perbedaan antara mengalami dan masuk dalam kontemplasi tidak diakui. Alasannya, kontemplasi bukanlah alasan-alasan yang diskursif atau menyangkut pemikiran-pemikiran dan penalaran belaka. Akan tetapi, kontemplasi merupakan:
Perhatian dan kerinduan dalam kenyataannya sudah dialami; tidak secara langsung dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi bersifat spekulatif, netral, dan membahagiakan memandang kepada kebenaran itu sendiri.
Kebenaran mungkin sama sekali tidak diketahui, tetapi bermacam-macam argumen tidak menghancurkan apa yang disebut dengan “kebenaran” itu. Misalnya, dalam sebuah formula matematika mungkin “dikontemplasikan” sebagai suatu keindahan dan keanggunan. Kebenaran yang ditunjukkan sebagai kecantikan yang dapat disadari dan dilihat dari lukisan Picasso yang berjudul ‘Guernica’ dengan penuh perhatian yang disebut sebagai “pengalaman estetis.” Pengalaman estetis ini diungkapkan pengamat seni dalam sebuah keadaan terus-menerus dari kebahagiaan yang tak terlukiskan. Kebenaran adalah keindahan yang menimbulkan kesenangan yang sama. Untuk merasakan keindahan dan mengalaminya sendiri, kadang-kadang kita dapat meneteskan air mata bukan karena sedih tetapi lebih pada keterharuan yang melingkupi hati kita. Misalnya, kita melihat sebuah pasangan suami-istri merayakan ulang tahun perkawinan mereka yang ke-60 dan mereka saling mengungkapkan kebahagiaan mereka dengan ciuman yang mesra.
Begitu halnya dengan kontemplasi. Kontemplasi sungguh-sungguh dapat dialami dengan penuh kerinduan, ketika kebenaran wahyu Allah dapat dirasakan. Akan tetapi hal ini lebih bersifat adikodrati karena kerinduan ini tercipta dari perwujudan diri-Nya. Untuk menyebut Allah itu sebagai “Bapa” dibutuhkan karunia dari-Nya, yaitu pengangkatan menjadi anak Allah. Ketika kita merasakan Dia, kita membutuhkan iman untuk percaya kepada-Nya, harapan dari janji-janji-Nya, dan kasih yang menciptakan kita serupa dengan Dia. Karunia dan rahmat itu dicurahkan kepada kita, memenuhi seluruh keberadaan kita. Dengan demikian kita mengarahkan seluruh perhatian kita kepada Dia, kemudian mengalami dalam kehadiran-Nya yang membahagiakan dan menggembirakan. Mengalami kontemplasi masuk serta tinggal dalam kontemplasi yang menghasilkan kebajikan-kebajikan iman, harapan, dan kasih.
Masuk dalam kontemplasi dapat digambarkan sebagai berikut: “Masuk dalam kontemplasi dimulai ketika Allah membangkitkan daya-daya batin manusia, dan puncaknya sampai pada perkawinan atau persatuan rohani,” atau “Aktivitas mistik adalah karya Allah, yang mengilahikan jiwa kita sesuai dengan kehendak-Nya.” Masuk dalam kontemplasi, sesuai dengan namanya, adalah karunia yang diberikan Allah. Pada saat itu, karunia Allah yang melimpah-limpah membawa jiwa secara pasif menerima di bawah kuasa-Nya dan jiwa mengalami dibawa oleh Allah pada keadaan yang tidak pernah dialami manusia sebelumnya. Pengalaman yang sama ketika St. Paulus dibawa sampai ke “surga ketiga.” Dengan kata lain, masuk dalam kontemplasi merupakan karunia Allah semata-mata, dan tidak pernah diduga-duga sebelumnya. Doanya diubah tetapi orang yang mengalaminya tidak diubah.
Jiwa yang melatih diri untuk mengalami kontemplasi, tidak memiliki rasa dibawa oleh Allah atau ditangkap oleh-Nya atau kuasa Allah membimbing dalam doanya. Mengalami kontemplasi adalah gelap; jiwa harus sabar menunggu dalam kegelapan; perhatiannya pada kehadiran Allah, menerima dalam keadaan tidak sadar sebagai jawaban dari kehadiran Allah itu. Mengalami kontemplasi dialami pendoa karena pendoa mulai berdoa, jiwa terus-menerus berdoa. Jiwa terdorong untuk berjuang mencapai tujuan yang dicita-citakan. Seperti yang dikatakan pengarang The Cloud of Unknowing ‘kerja’ si pendoa, jiwa mengalami kontemplasi melalui pengalaman doanya. Dalam kerja itulah, jiwa adalah pekerja. Ia merasa dirinya sebagai pemeran atau aktor, bukan Allah. Sebenarnya jiwa salah mengerti karena Allahlah yang bekerja di dalamnya, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh pendoa tersebut.
Tanda-tanda Mengalami Kontemplasi
Apa yang menjadi tanda-tanda mengalami kontemplasi? Gambaran di bawah ini dapat digunakan:
1. Merasa dicintai oleh Allah,
Memandang Allah dengan penuh perhatian dan si pendoa berjuang keras untuk mencapainya. Akhirnya jiwa dapat memandang Allah dan mempersiapkan jiwa sampai pada tahap Beatific Vision (penglihatan yang membahagiakan). Apapun yang dilakukan si pendoa sungguh memandang dalam kegelapan bahwa Allah tersembunyi sekaligus sungguh hidup dalam dirinya. Ia sungguh-sungguh menyadari kehadiran Allah yang hidup daripada melihat dirinya sendiri.

2. Tidak adanya lagi kata-kata,
Juga, tidak adanya lagi percakapan yang terjadi adalah hening antara Allah dan jiwa. Ini merupakan tanda permulaan mengalami kontemplasi. Inilah permulaan doa batin yang merupakan ciri khas dimulainya hidup doa batin yang secara bertahap yang menarik pendoa semakin dalam dan semakin hening. Meditasi telah berhasil dan sampai pada kontempasi, tujuan pendoa telah diraih dan sekarang mengalami kebahagiaan adikodrati bahwa pengalaman ini membahagiakannya. Pengarang spiritualitas terus-menerus mengingatkan bagi si pendoa yang berkembang dalam doa batin untuk tidak mencari penghiburan-penghiburan di dalam doanya dan tidak menganggap ketidakmampuan untuk bermeditasi sebagai tanda tidak lagi dapat berdoa. Ini bukan suatu kemunduran, tetapi suatu perkembangan hidup doa, untuk itu jiwa harus semakin bertekun di dalam doa batin ini.

3. Tidak ada lagi campur tangan dari kemampuan panca indera yang lain.
Hilangnya atau menurunnya kemampuan panca indera dan daya-daya batin lainnya, seperti imajinasi dan ingatan, secara bertahap dengan berhentinya meditasi karena latihan-latihan rohani seperti “komposisi suatu tempat” dan pengertian dari misteri Kristus yang direnungkan pada umumnya. Meditasi itu sendiri adalah proses masuk ke dalam diri sendiri dengan menganalisa, mengumpulkan, menyimpulkan, dan mendekati kebenaran itu sendiri. Mengalami kontemplasi dialami ketika kita tidak lagi membutuhkan keyakinan dari diri kita sendiri tentang kebenaran itu sendiri. Kita tidak membutuhkan lagi pemeriksaan atau pemikiran. Apa yang kita butuhkan hanyalah memandang Dia dengan penuh kekaguman yang telah menciptakan kita.

Dalam pujian kepada Allah juga dapat menghasilkan kontemplasi. Kenapa? Pertama-tama, karena kita menemukan dalam kontemplasi suatu kebahagiaan adikodrati yang bersifat luhur dan mampu mengubah serta mengilahikan jiwa. Tahap-tahap dalam Lectio Divina yaitu Lectio, Meditatio, Oratio, dan Contemplatio (membaca, meditasi atau merenungkan, berdoa, dan kontemplasi) membawa kepada pertumbuhan hidup rohani, ketika kita berkembang dari tingkat yang satu ke tingkat yang lain. Jika kita dipengaruhi untuk melihat pengalaman kontemplasi hanya sebagai persiapan untuk masuk dalam kontemplasi, kita mungkin melihat bentuk pengalaman ini sebagai suatu yang tidak memuaskan dan mencoba terburu-buru untuk masuk dalam kontemplasi. Mungkin, ketidakpuasan dan ketidaksabaran ini membuat kita tidak menyadari akan nilai dari pengalaman kontemplasi itu sendiri yang dapat membawa kita berkembang dalam perjalanan rohani ini. Ini mungkin menjadi sebuah tragedi bagi kita yang merindukan sekali untuk berkembang dalam tahap doa ini, namun tidak pernah mengalaminya sendiri. Mengalami kontemplasi merupakan suatu rahmat istimewa yang disediakan Tuhan bagi kita semua yang merindukannya.

Selanjutnya, untuk sampai pada tahap doa ini harus disertai pula dengan perjuangan yang keras dari doa-doa yang kering dan kadang-kadang pikiran-pikiran yang menggoda. Kita akan mencapai kebenaran itu dengan berpikir dan pengertian yang mendalam sehingga mengalami rahmat istimewa dengan melepaskan keinginan-keinginan yang lain di luar tujuan itu. Kita harus berjuang melalui jalan yang benar, kebijaksanaan, dan kerja keras. Buah dari kerja keras ini harus menjadikan jiwa semakin bertekun dalam doa. Mencapainya dengan jalan merindukannya, dan kita harus mensyukuri rahmat itu. Meditasi adalah jalan yang umumnya digunakan untuk mencapai pada suatu kontemplasi. Dan setelah kita melaluinya, kita akan dapat beristirahat dalam kegembiraan dan kepenuhan rahmat.

Ekspansi
Ekspansi adalah tindakan aktif untuk memperluas dan memperbesar cakupan usaha yang telah ada. Contohnya pabrik indomie kita telah memproduksi indomie untuk kebutuhan nasional, karena pasar Asean masih terbuka, maka pabrik indomie tersebut melakukan ekspansi usahanya ke negara-negara Asean dengan membuka pabrik indomie baru guna memenuhi kebutuhan dari negara yang bersangkutan.

                                                                                                                    



Senin, 14 November 2011

Manusia dan Kebudayaan


Banyak pakar dalam bidang sosial mendefinisikan kebudayaan secara istilah, diantaranya dua antropolog Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski yang mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain (superorganic). Karena pengertian kebudayaan meliputi berbagai bidang, maka sulit ditentukan arti dari kebudayaan. Contohnya dalam keseharian, istilah kebudayaan diartikan dengan kesenian, entah seni suara, tari, wayang, dsb.
Jika dikaji dari asal kata yaitu bahasa sansekerta, buddhayah sebagai bentuk jamak dari buddhi yang artinya budi atau akal (Koentjaraningrat, 1974: 80). Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. 
Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
6. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
7. Francis Merill
Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social. Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.
8. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
10. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
11. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
12. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat.
13. Andreas Eppink
Kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
14. Sutan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
15. A. L Kroeber dan C. Kluckhohn
Kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
16. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996: 149)
Kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.
17. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu- Zain)
Kebudayaan adalah, 1 segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budinya; 2 peradaban sebagai hasil akal budi manusia; 3 ilmu pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang dimanfaatkan untuk kehidupannya dan memberikan manfaat kepadanya.
Kebudayaan juga merupakan sistem nilai dan gagasan utama yang vital karena memberikan pola untuk bertingkah laku kepada masyarakatnya atau memberi seperangkat model untuk bertingkah laku. Pada hakekatnya sistem nilai dan gagasan utama ini diperinci oleh sistem ideologi, sistem sosial, dan sistem teknologi.
Sistem ideologi meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem sosial dan berupa interpretasi operasional dari sistem nilai dan gagasan utama. Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat, baik dengan kerabat, masyarakat luas, bahkan pemimpin. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya.

Pengertian Manusia Menurut Para Ahli
Manusia adalah makhluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara makhluk material dan makhluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktifitasikan dirinya. Berikut adalah penegertian manusia menurut para ahli:

1.                    1.    Nicolaus D. & A. Sudiarja

Manusia adalah bhinekka, tetapi tunggal. Bhinekka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan suatu barang.
2.                   2.      Abineno J.I

Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”
  1. Upanisads
Manusia adalah kombinasi dari unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
  1. Sokrates
Manusia adalah makhluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar.
  1. Keesbertens
Manusia adalah suatu makhluk yang terdiri dari 2 unsur kesatuannya tidak dinyatakan.
  1. Iwayan Watra
Manusia adalah makhluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa, dan karsa.
  1. Erbesentanu
Manusia adalah makhluk sebaik-baiknya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya.


Orientasi Nilai Budaya 
Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan yang dimiliki secara bersama oleh warga suatu masyarakat. Pengetahuan yang telah diakui sebagai kebenaran sehingga fungsional sebagai pedoman. keseluruhannya digunakan secara selektif dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan atau persoalan yang dihadapi. penggunaan pengetahuan oleh orang perorangan atau kelompok orang tau masyarakat, menggambarkan bahwa sejatinya pengetahuan dimaksud telah dipahami, diserap dan diyakini berkat adanya suatu proses pendidikan panjang (dari kecil sampai dewasa) dalam bentuk internalisasi dan sosialisasi.
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.
Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
  • Hakekat Hidup
  1. Hidup itu buruk
  2. Hidup itu baik
  3. Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
  4. Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
  • Hakekat Karya
  1. Karya itu untuk menafkahi hidup
  2. Karya itu untuk kehormatan.
  • Persepsi Manusia Tentang Waktu
  1. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
  2. Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
  3. Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
  • Pandangan Terhadap Alam
  1. Manusia tunduk kepada  alam yang dashyat.
  2. Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
  3. Manusia berusaha menguasai alam.
  • Hubungan Manusia Dengan Manusia
  1. Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
  2. Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
  3. Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.


HAKEKAT MANUSIA
Orang yang berkecimpung dalam pendidikan perlu mengkaji tentang hakekat manusia karena:
- Bahasan tentang hakekat manusia mengantar pengkajinya untuk memiliki hikmah mengenai manusia.
- Tujuan institusional yaitu melahirkan tenaga kependidikan dalam berbagai posisi.
- Pandangan calon tenaga kependidikan mengenai konsep manusia menentukan bagaimana ia memperlakukan manusia lain dan ke mana manusia tersebut dibawa.
Manusia merupakan mahkluk monodualistis antara jiwa dan raga tidak dapat dipisahkan. Manusia juga merupakan mahkluk yang rasional dan juga irasional.
1. Aliran monoisme
    Aliran ini menganggap bahwa seluruh semesta termasuk manusia hanya terdiri dari satu zat. Aliran ini dibagi menjadi dua.
    - Aliran materialisme= Realitas yang sebenarnya adalah materi (benda).
    - Aliran idealisme= Realitas yang sebenarnya adalah ide (rohani).
2. Aliran dualisme
    Aliran ini menganggap bahwa realitas semesta merupakan perpaduan antara zat hidup dan zat mati. Manusia merupakan sintesis antara jasmani dan rohani.
PENDEKATAN DALAM PENGKAJIAN MANUSIA
1. Pendekatan multidisiplin
Yaitu pendekatan dalam mengkaji sesuatu dengan melibatkan beberapa disiplin ilmu secara berdiri sendiri. Dalam pendekatan ini pengkajinya adalah seorang spesialis.
2. Pendekatan interdisiplin
Yaitu pendekatan dengan menggunakan teori yang telah berkembang dalam berbagai disiplin ilmu dan diramu secara eklektif (campuran). Dalam pendekatan ini pengkajinya adalah seorang generalis.
DIMENSI KEMANUSIAAN
1. Dimensi individual
    Sebagai mahkluk individu, manusia bersifat unik dan khas karena tidak ada manusia yang sama persis. Walaupun ada yang mirip, belum tentu sifatnya sama.
2. Dimensi religius
    Sebagai mahkluk religius, manusia mengakui adanya kekuatan lain di luar diri manusia yang sifatnya supranatural, yang secara umum disebut Tuhan.
3. Dimensi kesosialan
    Sebagai mahkluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
4. Dimensi kesusilaan
    Sebagai mahkluk susila, manusia akan memunculkan suatu nilai untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dalam hubungannya dengan manusia yang lainnya.

KONSEP MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA
Konsep Manusia Indonesia Seutuhnya menempatkan keempat dimensi kemanusiaan secara selaras serasi dan seimbang. Deskripsinya tertuang dalam butir-butir pengamalan Pancasila. Konsep lain mengenai deskripsi Manusia Indonesia Seutuhnya dapat dirunut pada tujuan pendidikan nasional yaitu “manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”.
Sumber: Munib, Achmad. 2009. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes Press

Pengertian Budaya, Asal- Usul Budaya, dan Macam- macam Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
“Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya.” (Hlm. 2-18 alinea I)
Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama.
2.2. Budaya yang Hilang
Lagu Rasa Sayang-sayange diklaim oleh Pemerintah Malaysia.
Rasa Sayange atau Rasa Sayang-Sayange adalah lagu daerah yang berasal dari Maluku, Indonesia. Lagu ini merupakan lagu daerah yang selalu dinyanyikan secara turun-temurun sejak dahulu untuk mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap lingkungan dan sosialisasi di antara masyarakat Maluku.
Lagu ini digunakan oleh departemen Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan kepariwisataan Malaysia, yang dirilis sekitar bulan Oktober 2007. Sementara Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor mengatakan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu kepulauan Nusantara (Malay archipelago)[1], Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras lagu “Rasa Sayange” adalah milik Indonesia karena ia merupakan lagu rakyat yang telah membudaya di provinsi Maluku sejak leluhur, sehingga klaim Malaysia itu adalah salah.[2].
Bagaimanapun, bukti tersebut akhirnya ditemukan. ‘Rasa Sayange1′ diketahui direkam pertama kali di perusahaan rekaman Lokananta Solo 1962. [3] Pada tanggal 11 November 2007, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim, mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia [4]. Namun, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Malaysia menyebutkan bahwa mereka mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik bersama, maksudnya warisan milik bersama bangsa Melayu, antara Indonesia dan Malaysia[5].
Tentang bukti rekaman “Rasa Sayange”, bukti lagu tersebut direkam oleh PT Lokananta, Solo, Indonesia pada tanggal 1962 dalam piringan hitam Gramophone [6]. Rekaman master dari piringan ini masih disimpan oleh PT Lokananta. Ini dikenal sebagai rekaman pertama terhadap lagu ini. Piringan hitam tersebut didistribusikan sebagai souvenir kepada partisipan Asian Games ke 4 tahun 1962 di Jakarta, dan lagu “Rasa Sayange” adalah salah satu lagu rakyat Indonesia di piringan tersebut, bersama dengan lagu etnis lain Indonesia seperti Sorak-sorak Bergembira, O Ina ni Keke, dan Sengko Dainang.
Desain Grafis Perak Asli Bali
Rasa terambilnya desain garafis perak asli Bali ini muncul ketika seorang warga bali yang menjaul hasil karyanya ke konsumen luar negeri. Namun tanpa diketahui konsumentersebut malah mematenkan hasil karya tersebut sebagai desain dari luar negeri, sehingga ketika warga Bali ini hendak mengekspor hasil karyanya ternyata dia harus beurusan dengan WTO karena dianggap telah melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Sesungguhnya desain tersebut telah dimiliki dan merupakan warisan dari leluhur masyarakat Bali itu sendiri. Namun ada juga kejadian perebutan hak paten yang terjadi di dalam negeri ini sendiri yang dimana kedua belah pihak telah mematenkan hak ciptanya. Namun salah satu pihak menganggap bahwa karya lainnya merupakan plagiat dari hasil karya yang telah mereka buat.
Tari Reog Ponorogo dengan Tari Barongan Malaysia
Dikisahkan di dalam Asal Usul Reog Ponorogo telah terjadi pertempuran antara Raja Ponorogo dengan Singa Barong penjaga hutan Lodoyo. Pujangga Anom nama raja itu telah membangunkan dan membuat marah singa tersebut, karena mencuri 150 anak macan dari hutan Lodoyo. Anak-anak macan itu rencananya akan dia gunakan sebagai mas kawin pernikahannya dengan seorang puteri dari Raja Kadiri. Pertempuran antara Pujangga Anom dan singa penjaga hutan Lodoyo kemudian tak terelakkan. Kisah itu lalu menjadi legenda pada rakyat Ponorogo dan sekitarnya tentang keberanian dan ketabahan orang-orang Ponorogo dan diwujudkan dalam bentuk tarian Reog.
Dalam tarian Reog para penari bukan saja menampilkan gerakan-gerakan badan yang mempesona namun juga menyertakan suasana magis. Para penari dipercaya berada dalam keadaaan kesurupan meskipun yang sesungguhnya terjadi mereka mendahului tarian Reog dengan ritual puasa dan semedi. Adegan ketika seorang penari memanggul topeng besar berupa kepala singa yang di atasnya dihiasai dengan bulu merak adalah salah satu contoh kuatnya aroma magis tersebut.
Barongan Malaysia tidak seperti itu dan itulah yang membedakan tarian itu dengan Reog dari Ponorogo. Mungkin tema tariannya agak mirip meskipun harus dikatakan antara keduanya terdapat perberbedaan yang jauh. Namun andai pun dianggap mirip, hal itu hanya terletak pada temanya yang mengusung tema singa atau macan. Tema semacam itu juga bisa dijumpai dalam tarian Sisingaan dari Kuningan Jawa Barat dan Barongsai tarian khas Cina. Dan jika dilihat dari filosofinya, Barongan Malaysia cenderung bernuansa keagaamaan (penyebaran Islam) sementara filosofi Reog adalah keberanian dan ketabahan.
Tempe yang diklaim oleh WN Jepang
Tercatat ada 19 paten tentang tempe, di mana 13 buah paten adalah milik AS, yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership; 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe; 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan; dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe; 1 paten mengenai antioksidan; dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. Paten lain untuk Jepang, disebut Tempeh, temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele, tepung terigu, tepung beras, tepung jagung, dekstrin, Na-kaseinat dan putih telur.
Makanan Daerah yang tergantikan oleh makanan dari Luar Negeri
Sekarang ini banyak sekali makanan daerah yang tergantikan terutama didaerah pariwisata. Sebenarnya tidak ada kerugian yang akan dialami oleh negara, namun jika dilaihat dari segi lain maka akan merugikan karena para penerus bangsa mendatang mungkin tidak akan tahu apa makanan daerah yang mereka miliki. Penyebab utamanya yaitu danya investor asing yang ingin memajukan perekonomian daerah pariwisata dengan membangun restoran cepat saji ataupun sejenis kedai junkfood. Masyarakat sekarang ini khususnya anak – anak muda, berpikir makanan daerah sudah ketinggalan jaman sehingga mereka berusaha untuk mengikuti tren yang ada. Semua itu tak lain juga akibat dari globalisasi apalagi sarana dan prasarana telah memadai bahkan terpenuhi.
Berikut ini adalah beberapa daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan atau diklaim oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:
i. Batik dari Jawa oleh Adidas
ii. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
iii. Naskah Kuno dari Sumetera Barat oleh Pemerintah Malaysia
iv. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
v. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
vi. Rendang dari Sumetera Barat oleh Oknum WN Malaysia
vii. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
viii. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
ix. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
x. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
xi. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
xii. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
xiii. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
xiv. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
xv. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
xvi. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
xvii. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
xviii. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
xix. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
xx. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
xxi. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
xxii. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
xxiii. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
xxiv. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
xxv. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
Top of Form

Manusia dan Cinta Kasih

Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus besar Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang kepada,atau (rasa ) kasih. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta yang menaruh belas kasih. Dengan demikian arti cinta kasih adalah perasaan suka (sayang kepada seseorang yang disertai dengan belas kasih.
                Cinta memegang perannan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta memegang perannan penting dalah hubungan pernikahan, pembentuk keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawa yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat antara Tuhan dan umatnya, sehingga manusia menyembah tuhan dengan ichlas, mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya.
                Dalam buku seni mencinta karya, Erich Formm menyebutkan bahwa cinta itu harus memberi bukan menerima. Yang paling penting dari memberi adalah hal – hal yang sifatnya manusiawi bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur – unsur tertentu yaitu :
  • Pengasuhan contohnya adalah cinta seorang ibu pada anaknya.
  • Tanggung jawab adalah suatu tindakan yang suka rela.
  • Perhatian memperhatikan pribadi lain itu hendaknya berkembang.
  • Pengenalan merupakan keinginan mengetahui rahasia manusia.

Pengertian cinta menurut Dr Sarlito W. Sarwono menyatakan cinta memiliki tiga unsur :
  • Keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuknya.
  • Keintiman yaitu adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan antara anda dan dia sudah tidak memiliki jarak lagi.
  • Kemesraan yaitu adanya rasa ingin mebelai atau dibelai.

Kasih Sayang
       Pengertiaan kasih sayang menurut kamus besar umum Indonesia adalah perasaan sayang atau perasaan suka terhadap seseorang. Dalam kasih sayang kita dituntut untuk tanggung jawab, pengorbanan, saling jujur, percaya, saling pengertian, terbuka, sehingga terbentuk kesatuan yang utuh. Kasih sayang juga merupakan dasar kemunikasi antar sesame.

Kemesraan
       Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yaitu perasaan simpati yang akrab. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
      Pernyataan ini di jabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “romeo and Juliet”.
      Yose Ortage Y Gasset dalam novelnya “One Love” mengatakan “dikedalaman sanubarinya seorang pecinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar melibatkan seluruh eksistensinya”.
      Kemampuan mencintai memberi nilai hidup kita dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apa kita maju atau tidak dalam evolusi.
       Dalam uraian diatas betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berati menurukan martabanya sendiri. Cinta yang berlanjut  menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta.

Belas Kasihan
       Dalam surat Yohanes di jelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia terhadap tuhan. Cinta philia ialah cinta kepada ibu bapak dan saudara. Dan cinta amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita. Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta antar sesama. Cinta antar sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dengan cinta philia.
       Cinta sesama ini yang di beri istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan kerena penderitaannya. Penderitaan ini memiliki makna yang luas. Mungkin tua, sakit, yatim, yatim piatu, dan sebagainya.

Macam – macam Cinta Menurut Ajaran Agama

Cinta Menurut Ajaran Agama Islam

Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri
       Diantara gejala yang menunjukan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaan yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginan dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan (QS, al-“Adiyat,100:8).
       Allah ketika member isyarat tentang kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesanya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk mendapat kebaikan dalam memberi sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebihan dalam cinta terhadap diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala gejala itu dengan melalui Iman. Menegakkan shalat, memberikan zakat, bersedekah pada yang tak mampu, dan menjauhi semua larangannya. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Dalam surat Al-Qolam ayat 4,maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang berbudi. Sedangkan perbuatan yang berbudi sangat dipuji oleh Allah SWT.

Cinta Menurut Ajaran Agama Kristen

Cinta menurut ajaran Kristen adalah cinta kasih antara sesama dimana kita diajarkan untuk mencintai sesama tanpa membedakan agama, ras, latar belakang. Dan saling menghargai satu sama lain. Perintah. Allah yang terutama ia lah:
 (Matius 12:29-31)  " Cintailah Tuhai Allahmu dengan segenap hatimu."  " Cintailah sesama manusia seperti  dirimu sendiri."
Korintus
13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Matius
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Cinta Menurut Agama Hindu

Agama Hindu adalah agama Wahyu dan agama alami. Oleh karena itu, ia adalah agama Cinta Kasih. Agama yang amat luwes, agama yang berdasarkan pada Cinta Kasih, agama yang memiliki tujuan Cinta Kasih, dan juga agama yang dijalankan di dalam Cinta Kasih. Agama Hindu amat mementingkan pengembangan cinta kasih bukan hanya kepada sesama umat manusia tetapi kepada sesama makhluk hidup. Cinta kasih kepada sesama anggota keluarga, kepada sesama umat manusia tidak dipandang sebaga cinta kasih yang istimewa. Kesadaran bahwa seluruh dunia adalah sebuah keluarga besar sangat membantu orang untuk mengembangkan cinta kasih universal ini.
 Dia adalah puncak cinta kasih di dunia ini, merupakan landasan penting untuk mengembangkan Prema Bhakti atau cinta kasih rohani kepada Tuhan yang Maha Esa. Cinta kasih universal dalam beberapa kitab suci disebutkan sebagai ciri, hiasan dan sifat-sifat agung orang-orang suci atau para Sadhu. Titiksavah karunikahsuhrdah sarva-dehinamajata-satravah santahsadhavah sadhu-bhusanah
                Ciri-ciri atau hiasan dari seorang Sadhu atau orang suci adalah ia harus memiliki sifat-sifat senantiasa damai, memiliki toleransi besar, penuh karunia, bersifat berteman dengan seluruh makhluk hidup, tidak mempunyai musuh, hidupnya selalu didasarkan pada kitab suci dan segala kepribadiannya terpuji. Yajur Veda juga menegaskan hal yang sama:mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantamamitrasyaham caksusa sarvani bhutani samiksemitrasya caksusa samiksyamahe "Semoga semua makhluk hidup melihatku dengan pandangan sebagai teman, semoga aku melihat semua makhluk hidup dengan pandangan sebagai seorang teman, semoga kami melihat satu sama lainnya dengan pandangan sebagai seorang teman."

Cinta Menurut Ajaran Agama Buddha

Nikaya Pali juga memuat satu kata cinta yang berbeda dengan cinta yang telah disebutkan di atas, cinta kasih yang dipancarkan secara universal (tak terbatas) kepada semua makhluk dan cinta kasih yang tanpa pamrih, yaitu: Metta.

Metta adalah bagian pertama dari empat kediaman luhur (Brahma Vihara) atau empat keadaan yang tidak terbatas (Apamanna). Bagian lainnya, yaitu Karuna (kasih sayang), Mudita (simpatik), dan Upekkha (keseimbangan batin).

Metta adalah rasa persaudaraan, persahabatan, pengorbanan, yang mendorong kemauan baik, memandang makhluk lain sama dengan dirinya sendiri. Metta juga suatu keinginan untuk membahagiakan makhluk lain dan menyingkirkan kebencian (dosa) serta keinginan jahat (byapada).

Metta berbeda dengan piya, pema, rati, kama, tanha, ruci dan sneha yang hanya menimbulkan nafsu dan kemelekatan. Pengembangan Metta dapat mengantarkan kita pada pencapaian kedamaian Nibbana (Mettacetto vimutti), seperti yang dinyatakan Sang Buddha dalam Dhammapada 368:

"Apabila seorang bhikkhu hidup dalam cinta kasih dan memiliki keyakinan terhadap Ajaran Sang Buddha, maka ia akan sampai pada Keadaan Damai (Nibbana), berhentinya hal-hal yang berkondisi (sankhara)" 

Sumber:



Perbedaan Cinta dan Kasih

Cinta adalah sesuatu hal yang kita rasakan saat kita menyukai seseorang atau tertarik kepada seseorang. Cinta melambangkan rasa sayang kepada seseorang yang kita sukai. Biasanya ungkapan cinta diungkapkan kepada orang yang terkasihi .

Sedangkan kasih adalah perasaaan yang mendalam karena kita mencintai seseorang atau mengasihi seseorang. Kasih adalah suatu hal yang universal , karena kasih tidak hanya diungkapkan kepada seseorang yang kita cintai melainkan kasih digunakan juga untuk menyatakan rasa sayang kepada Tuhan, orang tua, saudara, dan sesamanya .


Macam-Macam Cinta
Cinta ternyata banyak macamnya. Ada cinta agape, cinta mania, cinta eros, cinta ludus, dan cinta storage. Semuanya punya ciri-ciri yang berbeda. Tentunya, juga punya cara yang berbeda buat ditanggapi. Pengin tahu cinta jenis apa yang dituangkan si dia buat kamu? Jawabannya bakal Aime kasih di edisi kali ini. Terus, lihat juga bagaimana kamu harus menanggapinya.

Cinta Agape
Cowok dengan cinta agape selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik buat cewek yang paling disayanginya. Mulai dari bantuin bikin paper, nemenin les vokal, dan sering ngasih surprise yang lumayan menguras uang sakunya. Wah… wah… pokoknya, cowok yang dinaungi cinta agape rela berkorban apa aja demi nyenengin kamu.

Kebetulan banget deh punya cowok model begini. Kenapa? Ya, jadi bisa dimanfaatin lah! Nggak usah jaim deh. Kamu pasti suka kan diperlakukan manis dengan hadiah-hadiah itu? Eits, tapi hati-hati. Jangan sampai cowokmu ngerasa dimanfaatkan. Tumbuhkan image bahwa kamu bersedia take and give. Sesekali, berikan surprise balik. Kejutan yang bener-bener mengharukan, yang nggak selalu butuh biaya besar. Ini bakal bikin dia makin cinta dan makin banyak keuntungan yang kamu dapat. He he he.

Cinta Mania
Pacar pemilik cinta jenis ini cenderung posesif. Dia selalu memantau aktivitasmu. Kalau ketahuan ngobrol atau dekat sama cowok lain, uhh.. dia pasti marah besar. Alasannya sih, dia takut kehilangan. Tapi, dengan begitu, kamu pasti ngerasa terkekang dan nggak bebas berteman. Parahnya, kan jadi nggak bisa ngelirik cowok-cowok cakep yang lagi main basket di lapangan.

Nah, menaggapi yang model begini, kamu harus pakai trik si kucing manis. Selalu manis di depan pemiliknya, tapi di belakang diam-diam nyolong pindang. Jangan pernah sekali pun ngelirik cowok lain di depannya. Jangan juga ngobrolin teman cowok yang bisa mengalahkan kehebatannya. Puji dia dengan halus, jangan terlalu terang-terangan karena rawan dianggap penjilat. Misalnya, aktinglah nggak bisa salah satu pelajaran dan bikin dia seolah jadi dewa pelajaran itu. Pasti cowokmu senang. Kalau lagi nggak ada dia, baru deh tebar pesona.

Cinta Eros
Cirinya, tiap ketemu kamu, dia selalu antusias dan wajahnya berseri-seri. Dia selalu nunjukin perhatian dan rasa sayangnya ke kamu, tanpa bersikap overacting. Selama jadian, frekuensi berantem bisa dihitung dengan jari, itu pun nggak pernah lama. Habis, dia suka ngejutin dengan surprise romantis. Tapi, awas hubunganmu jadi hambar. Soalnya, berantem kan bumbu hubungan.

Cowok model begini top banget dipacari. Kamu bisa jadi ratu dalam hubungan. Tapi, jangan sampai keterlaluan. Pacaran sama pemilik cinta eros harus pintar-pintar menaik-turunkan emosi, biar hubungan bisa lebih menarik!

Cinta Ludus
Orang-orang pemilik cinta ludus nggak pernah tahan pacaran lama. Coba cek, apakah usia pacaran mereka cuma seumur jagung. Seringnya, cowok-cowok ini cuma suka ngedektin cewek aja, kalau udah nggak cocok, langsung dibuang.

Hati-hati! Tipe cowok ludus belum bisa serius, maunya having fun doang. Nah, kalau mau menaklukkan mereka, kamu harus jadi sosok misterius. Jangan selalu nurutin apa yang mereka mau. Bikin mereka terus penasaran sama kamu. Sesekali, bertingkahlah penurut, sesekali keluarkan sisi liarmu.

Cinta Storge
Pacaran gaya cinta storage boleh dibilang kayak bukan pacaran. Kalau pasangan lainnya sibuk mengobral kata cinta, kalian malah ledek-ledekan. Kalau yang lain ngedate-nya sambil dinner romantis, kalian justru ngerjain tugas bareng. Orang lain yang nggak tahu bakal mengira kalian kakak adik, bukan pasangan kekasih.

Cinta storge bisa jadi disebabkan gaya hidup atau sifat kalian berdua. Bisa jadi, kalian sudah sangat mengenal luar dalam, sampai-sampai buat romantis-romantisan, kayaknya udah nggak zaman. Nah, yang gaya begini ini bakal nongol kalau kamu dan cowokmu udah sama-sama serius. Tanpa perlu ada janji, kalian sama-sama nggak bakal ngelirik cowok atau cewek lain. Kalau kamu masih pengin tebar pesona di mana-mana, cowok pemilik cinta storge nggak cocok.
(*)Sumber:

http://fakie.multiply.com/journal/item/22/macam-macam_cinta





Tingkatan-tingkatan Cinta

Menurut Abdullah Nasih Ulwan, cinta memiliki tiga tingkatan.
- Cinta tingkat tertinggi, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya
- Cinta Tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat
- Cinta tingkat terendah; ialah cinta yang lebih mengutamakan cinta kepada keluarga, harta dan masalah dunia dari pada mencintai Allah dan Rasul-Nya
Tiga tingkatan cinta itu berdasarkan Firman Allah Pada surat At-Taubah [9]:24
“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”(Qs. At Taubah[9]:24)
Dari ketiga tingkatan cinta tersebut kemudian di sederhanakan lagi menjadi dua bagian cinta. Yaitu cinta kepada sesama makhluk dan cinta kepada Allah swt.
a. Cinta Kepada Makhluk
Cinta kepada sesama makhluk pada hakekatnya harus menjadi personifikasi cinta kepada Allah SWT. Artinya, ketika kita mencintai saudara kita, anak-anak, orang tua, pekerjaan dan yang lainnya, maka cinta-cinta ini harus disandarkan pada kecintaan kita kepada Allah SWT. Sering timbul pertanyaan, bagaimana mencintai seseorang karena kita mencintai karena Allah.
Contoh sederhana yang dapat kita pelajari misalnya; ketika laki-laki mencintai wanita karena Allah maka sang laki-laki harus berlaku jujur, setia, mengasihi dan tidak melakukan sesuatu yang di benci Allah, yaitu bermaksiat.
Ia lebih mendahulukan ridho Allah dari pada orang yang di kasihinya. Ia mampu menahan diri dengan tidak mengikuti hawa nafsunya yang menyebabkan ternoda kemurnian cintanya. Maka itu berarti kita berada pada jalan kecintaan karena Allah SWT.
Dari rasa cinta kita kepada makhluk yang terpenting adalah cinta kita kepada sesama muslim. Inilah cinta yang akan melahirkan bangunan kokoh persaudaraan, hati menjadi lapang, beban terasa ringan, wajah ceria penuh senyuman. Ikatan cinta antara sesama kaum muslimin merupakan salah satu indicator keimanan yang sempurna. Dari Anas Bin Malik r.a. RAsulullah bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. ( Hr. Shoheh Muslim )
Dalam hadits lain, dari riwayat Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda:
“Di hari kiamat nanti, Allah Swt, berfirman,” Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagugan-Ku?. Hari ini mereka Aku naungi dengan perlindungan-Ku, di hari ketika tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Ku.”.
Maksud dari kata keagungan-Ku dalam hadits ini adalah didasari oleh keagungan dan taat kepada Allah, bukan karena landasan kepentingan duniawi atau tujuan-tujuan pribadi yang materialistis.
b. Cinta Kepada Allah SWT
Mencintai Allah adalah cinta dalam tingkatan yang paling tinggi. Mencintai Allah berarti tidak memberi kesempatan kepada jiwa untuk mencintai yang lain. Seperti tergambar dalam sebuah ayat:
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”. Qs. Al-Baqarah [2]:165
Dalam ayat ini di gambarkan bahwa orang yang benar-benar mencintai Allah adalah orang yang tidak punya sesembahan-sesembahan lain yang dapat menandingi cintanya kepada Allah. Dengan kata lain, mencintai Allah adalah karena Allah sendiri bukan karena yang lainnya.
Hal yang paling mudah dipahami oleh akal pikiran mengapa kita hanya patut mencintai Allah adalah karena anugerah nikmat yang telah di berikan Allah kepada kita. Kenikmatan yang seluruh manusia tenggelam di kedalaman samuderanya, yang mengiringi manusia bersama hirupan napas dan detak jantungnya, yang menyertainya di setiap tempat dan waktu, yang bersama keluasan dan keabadian-Nya semata bersumber dari Dzat Allah Swt.
Rasulullah bersabda:
“Cintailah Allah karena nikmat yang di anugerahkan kepada kalian, cintailah aku karena cinta kalian kepada-Nya, dan cintailah ahlulbaitku karena cinta kalian kepadaku” (Hr. Tirmidzi dan Hakim)
Bottom of Form